BOOKS

Bukan Perawan Maria

SINOPSIS

Baby ingin masuk Islam. Namun, mayoritas majelis menolak keinginannya. Bagaimana mungkin, mereka mengizinkan seekor babi mengucap kalimat suci syahadat?! Di tempat lain, ada iblis yang ingin pensiun. Pekerjaannya menggoda manusia sudah tak lagi menantang. Malah, banyak manusia sekarang jadi agen dosa yang mahir. Benar-benar membosankan! Sementara itu, bagaimana jika para malaikat malah ingin cuti? Toh sekarang ada teknologi canggih di dunia manusia. Mencatat amal dan dosa manusia kini semudah menjentikkan jari.

Melalui 19 cerita pendek yang tersaji dalam Bukan Perawan Maria, Feby Indirani mengajak kita menikmati permainan imajinasi yang tidak main-main. Liar dan menggelitik, inilah hasil refleksi seumur hidup Feby Indirani terhadap dinamika kita, manusia-manusia bumi, yang berupaya mendekatkan diri kepada Sang Khalik.

Bukan Perawan Maria adalah buku pertama dalam Trilogi Islamisme Magis. Sebagai kristalisasi atas pengalaman, renungan, kegelisahan, dan keharuan Feby Indirani sebagai seorang Muslim di Indonesia, buku ini telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Italia, Jepang, dan Jerman, dan menyentuh hati pembaca di banyak negara.

Memburu Muhammad

SINOPSIS

Kumpulan cerpen MEMBURU MUHAMMAD adalah yang kedua dari trilogi Islamisme Magis karya Feby Indirani, setelah BUKAN PERAWAN MARIA yang telah keliling berbagai kota di Indonesia, hingga mancanegara: Italia, Belanda, Jerman, Belgia, dan Inggris. 

Kumpulan cerita baru ini menggelitik, menyusup masuk ke saripati keberagamaan masa kini. Aneka rupa tema dan cerita —suara dari alam kematian yang menggemparkan kampung di Jakarta, Kyai yang hidup kembali setelah wafat, dilema bakso terenak di dunia, pelukis yang ingin melukis Tuhan, malaikat yang mencintai dengan pedih, negeri Tuantu yang dilanda mitos dan pandemi, juga seorang yang mengaku musuh Nabi menyandera petugas kelurahan. Jenaka, juga mengharukan.

“Mungkin bisa ada ratusan Muhammad baru di kelurahan ini saja, Bapak yakin ingin menemukan satu Muhammad?” 

“Ada cara untuk membuatnya lebih mudah kah? Katanya ini jaman serba canggih, orang kuno seperti aku tidak mengerti!  Siapa di sini yang bisa menggunakan benda terang bercahaya itu, yang bisa memberikan jawaban?”

Get 30% off your first purchase

X