Project 1

(Niken saat tiba di Bandara Soekarno Hatta)

Niken Dewi Roro Mendut adalah seorang TKW yang berangkat ke Hail, Arab Saudi Maret 2010. Ia kerap mendapat siksaan dari majikannya dan berulang kali dipindahtangankan. Sempat putus kontak sama sekali dari keluarganya, adik-adiknya menulis email atas nama Ibu mereka yang kemudian saya temukan di milis Jurnalisme.

Di milis itu saya melihat orang-orang  mulai berkomentar, menyatakan rasa iba dan mendoakan Niken.

 

Saya tercenung. Teringat sebaris puisi karya teman lama: rasanya berdosa jika hanya berdoa.

Gelisah tapi merasa tak berdaya, saya coba menayangkan email itu di note FB dan mentag beberapa orang berjaringan luas dari mulai aktivis LSM, praktisi  media, sampai politisi. Kebetulan tak ada dari yang saya tag itu memberikan tanggapan. Namun beruntung note itu dibaca Mas Danto, wartawan Kontan dan Pak Harry Purnama dari Mature Leadership. Kebetulan Mas Danto telah berhasil memulangkan 2 TKW sebelumnya dan memahami jalur-jalur yang harus ditempuh. Sementara Pak Harry, penuh semangat dan kemauan untuk menjalankan misi kemanusiaan. Saya, kebagian menyulut api dan ngomporin aja :). Selanjutnya kami bekerjasama dengan Anik Andriani adik Niken yang tak kenal putus asa.
Setelah itulah proses upaya memulangkan Niken ini bergulir. Saat hujan pertama Desember  2010 turun, Niken sudah tiba di Jakarta dan langsung terbang ke Surabaya. Terimakasih untuk staf Deplu, Ibu Gita yang telah sangat mendukung kasus ini sejak awal pengaduan kami dan Alia Fitrati  yang mengurus prosesnya di bandara.

 

Hanya dibutuhkan satu orang, mulai dari satu langkah kecil, yang ternyata bisa membuat perbedaan untuk hidup Niken dan keluarganya ;  anak yang dicintai Ibu Bapaknya, Kakak yang disayangi adik-adiknya, Ibu yang dibutuhkan anak-anaknya.

 

Persoalan TKW memang begitu banyaknya yang belum tertangani,  sehingga orang mungkin bisa bertanya putus asa,  bagaimana dengan yang lainnya? Anda toh tak akan sanggup menolong semuanya kan?

 

Memang tidak, tapi kami membuat perbedaan untuk satu orang  ini.

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *