Simfoni Bulan

(Mediakita, 2006)

Novel ini berkisah tentang Bulan, mantan wartawati yang dipecat dari media tempatnya bekerja karena sikap kritisnya menolak pembubaran lokalisasi pelacuran Kramat Tunggak.  Ia kemudian ingin menulis novel yang mengisahkan tentang pelacur. Di sisi lain terlalu lama berkecimpung dalam dunia yang menuntut fakta dan data membuat kering imaginasinya. Bulan kemudian melakukan metode observasi partisipatori yaitu menjalani proses menjadi pelacur sebagai sumber riset bagi novel yang ditulisnya.

Ada yang menganggap novel ini murni mencerminkan nilai-nilai yang saya anut, keyakinan saya,   ada yang menuding  ini pengalaman saya pribadi. Orang-orang ini mungkin akan mengadukan saya ke polisi jika lain waktu saya menulis cerita pembunuhan dari kacamata seorang pembunuh, karena meyakini bahwa seluruhnya adalah tentang  siapa saya sebenarnya.

Bagi saya fiksi adalah dunia satu juta satu kemungkinan, bukan sekadar hitam dan putih. Saya ingin membawa pembaca membayangkan suatu kondisi  ‘bagaimana jika’ . Itulah kenapa saya menjadi pencerita, bukan pengkhutbah atau motivator macam Mario Teguh.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *