Kupu-Kupu di Kepala Bauby

Bayangkan hal seperti ini terjadi pada Anda.

Suatu pagi Anda terjaga dari tidur. Entah apa yang membangunkan Anda. Mungkin kicau burung atau belaian sinar matahari pagi dari kisi jendela. Atau juga kerongkongan kering yang menuntut aliran air. Anda ingin bergegas bangkit. Mengambil minum, kemudian membuka jendela dan menyapa riang burung yang sudah bernyanyi untuk Anda. Ternyata Anda tak bisa bergerak. Otak memerintahkan tubuh Anda dengan berbagai cara. Tapi tubuh Anda hanya terkulai tak berdaya.

Itulah yang dialami Jean-Dominique Bauby, pemimpin redaksi sebuah majalah fashion kenamaan di Prancis, Elle. Setelah koma 20 hari akibat serangan stroke pada 8 Desember 1995, ia sadar secara bertahap sampai pada akhir Januari 1996 bisa sadar sepenuhnya.

Pikirannya jernih, ia mampu menyerap sekelilingnya, namun sekujur tubuhnya nyaris lumpuh total. Locked-in-Syndrom, demikian nama penyakit langka ini. Stroke telah merusak batang otaknya. Praktis seluruh hidupnya mulai dari bernapas, makan, buang air tergantung pada berbagai peralatan dan pertolongan orang lain.

Tak ada gerak kehidupan yang tersisa padanya, kecuali satu: mata kiri yang bisa mengedip. Maka dengan cara itulah ia berhubungan dengan orang-orang di sekelilingnya. Misalnya, satu kedipan untuk iya, dua kedipan untuk tidak. Namun dengan cara berkomunikasi yang sangat terbatas ini, Bauby berhasil menulis buku memoarnya Le Scaphandre et le Papillon(The Diving Bell and Butterfly) setebal 130 halaman.

Klik untuk membaca lebih lanjut

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *