Published August 9th, 2012 by

Clara’s Medal adalah kisah 16 remaja Indonesia yang akan berlaga di Olimpiade Fisika Internasional. Novel ini terinspirasi dari kisah nyata pengalaman pelajar Indonesia yang digembleng di Tim Olimpiade Fisika (TOFI) binaan fisikawan Prof Yohanes Surya, yang juga mempopulerkan istilah Mestakung atau Semesta Mendukung.

Dalam pengertian sederhana, Semesta Mendukung adalah suatu keyakinan atau prinsip bahwa jika kita menginginkan sesuatu,dan kita meletakkan diri kita dalam situasi kritis, alam akan merekayasa ulang dirinya untuk mewujudkan keinginan kita. Prof Yohanes Surya memaparkan fenomena-fenomena fisika sebagai suatu bukti dari prinsip Mestakung ini dalam bukunya berjudul Mestakung

Menulis Clara’s Medal adalah tantangan tersendiri buat saya, salah satunya karena Fisika bukan pelajaran favorit saya. Sedangkan saya ingin ini menjadi buku yang bisa dinikmati oleh semua kalangan usia, berbobot, namun ringan.

Untuk informasi lebih jauh tentang Clara’s Medal bisa dilirik di blog clarasmedal.blogspot.com

Published April 22nd, 2011 by

(Gagasmedia, 2009)

Ini adalah kisah nyata tentang pengalaman seorang Ibu yang memiliki putri dengan gangguan pendengaran berat. Saya membantu menuliskan perjuangan San C Wirakusuma membesarkan dan mengajari Gwendolyne sampai bisa mendengarkan dan berbicara seperti anak normal. Buku ini sempat tampil di acara Kick Andy – Metro TV pada Oktober 2009. I can (not) Hear meraih Anugerah Pembaca Indonesia 2010 yang diselenggarakan GoodReads Indonesia untuk kategori non fiksi.

Setelah mengerjakan buku ini, saya baru tersadar bahwa selama ini saya kerap abai tentang isu anak-anak dengan gangguan pendengaran maupun kebutuhan khusus lainnya. Padahal sedikitnya 5000 anak Indonesia terlahir tuna rungu setiap tahunnya.

Saat ini Gwen tumbuh menjadi anak cerdas, percaya diri dan luar biasa. Jika satu waktu bertemu dengannya, Anda tak akan menyangka bahwa ia terlahir tuna rungu!

 

(Gagasmedia, 2009)

Ini adalah kisah nyata tentang pengalaman seorang Ibu yang memiliki putri dengan gangguan pendengaran berat. Saya membantu menuliskan perjuangan San C Wirakusuma membesarkan dan mengajari Gwendolyne sampai bisa mendengarkan dan berbicara seperti anak normal. Buku ini sempat tampil di acara Kick Andy – Metro TV pada Oktober 2009. I can (not) Hear meraih Anugerah Pembaca Indonesia 2010 yang diselenggarakan GoodReads Indonesia untuk kategori non fiksi.

Setelah mengerjakan buku ini, saya baru tersadar bahwa selama ini saya kerap abai tentang isu anak-anak dengan gangguan pendengaran maupun kebutuhan khusus lainnya. Padahal sedikitnya 5000 anak Indonesia terlahir tuna rungu setiap tahunnya.

Saat ini Gwen tumbuh menjadi anak cerdas, percaya diri dan luar biasa. Jika satu waktu bertemu dengannya, Anda tak akan menyangka bahwa ia terlahir tuna rungu!

Published April 22nd, 2011 by

(Gagasmedia, 2008)

Ini adalah Model 101, hal-hal mendasar yang perlu diketahui oleh mereka yang ingin menjajal karir di dunia modeling.  Saya menerima tawaran mengerjakannya untuk bersenang-senang dan karena sedang kelebihan energi.  Tentunya dalam prosesnya saya pun belajar sesuatu. Antara lain, pengetahuan dan pengalaman seseorang  –seberapa pun banyaknya—akan sulit dimanfaatkan orang lain sebelum disampaikan secara deskriptif dan sistematis.  Kerap ada jurang besar antara ‘memiliki banyak’ dan ‘menyampaikan banyak’. Ini yang penting disadari semua orang yang ingin berbagi.

Dalam proses penulisannya–sekadar untuk menjaga semangat–  saya selalu membayangkan ada seorang gadis belasan tahun di suatu tempat yang  sedang mengejar cita-citanya menjadi seorang model. Ia mungkin melakukannya untuk misi besar menopang kehidupan keluarganya atau misi sederhana ingin membuktikan kepada teman-teman yang meremehkannya bahwa ia bisa. Buku itu saya persembahkan untuknya.

Published April 22nd, 2011 by

(Gagasmedia,2007)

Menulis novel dari lirik lagu adalah gagasan eksperimental buat saya. Fun, playful dan hal baru yang belum pernah saya lakukan sebelumnya.  Gerimis adalah salah satu  lagu dari album Sepenuh Hati grup band Senyawa. Sayangnya, promosi  band  kurang tergarap optimal sehingga kalangan tertentu saja yang mengenalnya.

Saya sebagai penulis dibebaskan mengembangkan cerita selama cocok dengan lirik lagu yang diadaptasi.  Dari aspek lirik, lagu ini sangat ringan tanpa diksi  ‘istimewa’.  Di sisi lain buat saya melodinya  manis dan easy listening.  Entah berapa puluh kali saya memutar Gerimis sepanjang mengerjakan novelnya dan tidak merasa bosan.  Saya membayangkan  orang bisa mendapatkan atmosfer serta pengalaman  yang selaras ketika membaca novelnya dan mendengarkan lagunya,  atau melakukannya bersamaan. Eksperimen yang layak dijalani, salah satu proses kerja yang paling saya nikmati.

Published April 22nd, 2011 by

(Gagasmedia 2007)

Ini adalah adaptasi dari skenario film horor berjudul sama bercerita tentang lantai misterius di sebuah gedung yang memakan banyak korban.  Sebagaimana film horor yang  kerap tinggi jumlah penontonnya, buku ini terhitung cukup laris, menandakan pembaca masih berminat pada tema-tema horor. Sampai sekarang saya belum pernah menonton film ini. Bukan hanya memang takut menonton horor,  tapi karena kebanyakan film horor Indonesia relatif  lemah di sisi cerita dan cenderung membodohi penonton. Seolah mereka cukup puas dengan muka seram dan musik mengagetkan (apa daya, sebagian memang demikian)

Mengerjakan buku adaptasi seperti  ini  merupakan tantangan tersendiri untuk  saya. Pertama dari segi tenggat yang sangat ketat karena mengejar momen tayang film di bioskop. Yang kedua, bagaimana saya mengembangkan cerita, melengkapi lubang-lubang logika, dan menciptakan alur yang masuk akal.

Published April 22nd, 2011 by

(Gagasmedia, 2006)

Novel bergenre teenlit yang diadaptasi dari skenario film Cewe Matrepolis. Bisa menduga dong ya, ini kisah tentang  kehidupan cewek-cewek kota yang materialistis. Filmnya tidak pernah saya tonton. Terus terang dari skenarionya, saya membayangkan ini jenis film yang saya hindari : gambaran kemewahan tak realistis, cerita  dangkal, cewek gendut yang menjadi lelucon. Ketika ditawari  penerbit untuk mengerjakannya, saya merasa ini jelas bukan saya banget! Tapi justru karena itulah sisi petualang saya tergelitik yaitu bagaimana saya bisa menggarap cerita yang sungguh jauh berbeda dari karakter saya. Menyelesaikannya dan memasukkan nilai –nilai yang saya percaya adalah tantangan utamanya.

Ada cerita lucu. Novel ini cukup laris di kota Pangkal Pinang, Bangka sehingga saya beserta aktor dan aktris filmnya datang  berkunjung sekaligus  untuk mempromosikan filmnya. Ketika sampai di sana, barulah kami sadar bahwa di kota ini belum ada bioskop. Akhirnya para bintang film  mesti puas hanya berpromo bukunya saja, yang belum mereka baca.

Published April 22nd, 2011 by

(Mediakita, 2006)

Novel ini berkisah tentang Bulan, mantan wartawati yang dipecat dari media tempatnya bekerja karena sikap kritisnya menolak pembubaran lokalisasi pelacuran Kramat Tunggak.  Ia kemudian ingin menulis novel yang mengisahkan tentang pelacur. Di sisi lain terlalu lama berkecimpung dalam dunia yang menuntut fakta dan data membuat kering imaginasinya. Bulan kemudian melakukan metode observasi partisipatori yaitu menjalani proses menjadi pelacur sebagai sumber riset bagi novel yang ditulisnya.

Ada yang menganggap novel ini murni mencerminkan nilai-nilai yang saya anut, keyakinan saya,   ada yang menuding  ini pengalaman saya pribadi. Orang-orang ini mungkin akan mengadukan saya ke polisi jika lain waktu saya menulis cerita pembunuhan dari kacamata seorang pembunuh, karena meyakini bahwa seluruhnya adalah tentang  siapa saya sebenarnya.

Bagi saya fiksi adalah dunia satu juta satu kemungkinan, bukan sekadar hitam dan putih. Saya ingin membawa pembaca membayangkan suatu kondisi  ‘bagaimana jika’ . Itulah kenapa saya menjadi pencerita, bukan pengkhutbah atau motivator macam Mario Teguh.

Published April 22nd, 2011 by

(Pusat Data Analisa TEMPO/PDAT, 2005)

Buku ini ditulis tim PDAT ketika penyerangan terhadap Ahmadiyah mulai marak di Indonesia pada 2005 karena anggapan bahwa kelompok ini sesat. Suatu hal yang cukup aneh mengingat selama puluhan tahun jemaat Ahmadiyah sudah hidup di Indonesia dan segalanya berjalan damai-damai saja. Tim penulis berupaya memberikan gambaran yang berimbang mengenai sejarah masuknya Ahmadiyah ke Indonesia, bagaimana perkembangannya, seperti apa ajarannya dan apa yang membedakan dengan Islam sunni yang dianut oleh mayoritas Muslim di Indonesia. Selama proses penulisan, saya beribadah bersama mereka, menginap di rumah Dai Ahmadiyah dan menggali keyakinan mereka .

Saya menemukan bahwa tak ada perbedaan mencolok antara cara Jemaat Ahmadiyah beribadah dan muslim umumnya. Syahadatnya sama, kiblatnya ke Mekkah, kitabnya Al Quran. Bedanya mereka meyakini Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi, tapi bukan nabi yang membawa syariat baru melainkan meneruskan perjuangan Nabi Muhammad SAW yang mereka imani.

 

(Pusat Data Analisa TEMPO/PDAT, 2005)

Buku ini ditulis tim PDAT ketika penyerangan terhadap Ahmadiyah mulai marak di Indonesia pada 2005 karena anggapan bahwa kelompok ini sesat. Suatu hal yang cukup aneh mengingat selama puluhan tahun jemaat Ahmadiyah sudah hidup di Indonesia dan segalanya berjalan damai-damai saja. Tim penulis berupaya memberikan gambaran yang berimbang mengenai sejarah masuknya Ahmadiyah ke Indonesia, bagaimana perkembangannya, seperti apa ajarannya dan apa yang membedakan dengan Islam sunni yang dianut oleh mayoritas Muslim di Indonesia. Selama proses penulisan, saya beribadah bersama mereka, menginap di rumah Dai Ahmadiyah dan menggali keyakinan mereka .

Saya menemukan bahwa tak ada perbedaan mencolok antara cara Jemaat Ahmadiyah beribadah dan muslim umumnya. Syahadatnya sama, kiblatnya ke Mekkah, kitabnya Al Quran. Bedanya mereka meyakini Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi, tapi bukan nabi yang membawa syariat baru melainkan meneruskan perjuangan Nabi Muhammad SAW yang mereka imani.

Published April 22nd, 2011 by

Kisah Sukses  9 UKM Finalis Dji Sam Soe Award’

(Pusat Data Analisa TEMPO/PDAT, 2005)

Usaha Kecil Menengah (UKM ) adalah motor penggerak ekonomi Indonesia. Jika ada orang-orang yang membuat saya masih menaruh harapan pada bangsa ini, itulah para entrepreneur. Proses penulisan buku ini membawa saya pada para pengusaha UKM yang sangat menginspirasi . Bukan sekali dua mereka mengalami batu santungan dalam proses membangun usaha, namun mereka selalu berhasil bangkit lagi. Buku yang ditulis tim PDAT  ini menuturkan 9 kisah pelaku UKM tentang bagaimana membangun dan membesarkan bisnis mereka dan pelajaran apa yang dapat dipetik dari sana.

Published April 22nd, 2011 by

Gempa dan Tsunami:   Pemulihan Telekomunikasi di Nanggro Aceh Darussalam’

(Pusat Data Analisa TEMPO/PDAT, 2005)

Ini adalah pengalaman pertama saya terlibat dalam penulisan buku bersama tim riset PDAT. Buku ini adalah kerjasama PDAT dengan PT Telkom, Tbk untuk memotret pemulihan infrastruktur telekomunikasi yang rusak parah karena gempa dan tsunami yang melanda Aceh 26 Desember 2004.  Saat itu telekomunikasi merupakan hal yang sangat vital untuk menghubungkan Aceh dengan dunia luar dan mesti dilakukan sangat urgen . Buku ini pun banyak mengisahkan  pengalaman pilu dan mengharukan karyawan Telkom dan keluarganya yang tinggal di Aceh, juga bagaimana langkah-langkah tim Telkom pusat bergerak sigap melakukan upaya-upaya rehabilitasi.